Indonesia sedang mengalami pergeseran metode pembayaran dari yang sebelumnya cash menjadi cashless. Salah satu contohnya bisa kita amati bersama di fasilitas transportasi publik. Kini, masyarakat sudah tidak lagi membawa uang tunai untuk membayar jalan tol dan Trans Jakarta. Kondisi tersebut membantu masyarakat modern untuk memiliki sistem transaksi yang lebih praktis dan aman. Mari simak ulasan lengkapnya dalam artikel ini, Temen Insta!

Perkembangan Pembayaran Tunai ke Cashless

Saat awal kemerdekaan, Indonesia sempat mengalami beberapa pergantian mata uang yang berlaku. Kemudian pada 1951, uang tunai Rupiah pertama kali diberlakukan oleh Bank Indonesia yang berupa uang kertas dan logam. Semula, masyarakat masih menggunakan uang tunai dalam transaksi sehari-hari. Kemudian, metode nontunai muncul untuk memenuhi perkembangan kebutuhan masyarakat.

Dengan adanya Peraturan Bank Indonesia No.11/12/PBI/2009 tentang uang elektronik, pembayaran digital mulai dikenal oleh masyarakat. Selanjutnya, Bank Indonesia mencanangkan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) pada 2014 yang juga berpengaruh untuk meningkatkan pertumbuhan pembayaran cashless dalam negeri.

Transaksi tanpa uang tunai yang tersedia pun semakin bervariasi dari waktu ke waktu. Mulai dari pembayaran dengan kartu, transfer bank menggunakan e-banking atau mobile banking, e-wallet, hingga scan kode QRIS yang baru diluncurkan pada tahun 2019. Selain itu, transfer bank juga mengalami perkembangan dengan adanya virtual account yang memiliki beragam keunggulan baik untuk pebisnis maupun pelanggan.

Indonesia Menuju Cashless Society

Dikutip dari Bank Indonesia, sistem pembayaran mulai bergeser dalam kurang lebih satu dekade terakhir. Dari yang sebelumnya dioperasikan langsung oleh negara, menjadi melibatkan lembaga finansial akibat adanya digitalisasi. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak inovasi pembayaran yang tersedia dengan berkembangnya industri finansial khususnya yang melibatkan teknologi digital.

Masyarakat Indonesia juga merespon dengan baik adanya perubahan ini. Ditunjukkan dengan transaksi digital dalam negeri terus naik dari tahun ke tahun. Pada kuartal pertama 2022, transaksi uang elektronik naik signifikan sebesar 42,06%. Selain itu, nilai transaksi perbankan digital juga mengalami pertumbuhan sebanyak 26,72%.

Pembayaran cashless perlahan menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Tidak hanya di pusat perbelanjaan megah, kini kedai-kedai UMKM pinggir jalan juga mulai menyediakan opsi cashless untuk pelanggan. Bukan tidak mungkin dalam beberapa tahuan ke depan Indonesia akan menjadi bagian dari cashless society, di mana masyarakat terbiasa untuk menggunakan proses transaksi tanpa uang tunai atau dalam bentuk digital.

Kelebihan Cashless

Pembayaran cashless memiliki dampak positif untuk ekonomi nasional karena bisa membantu pemerintah dalam menghimpun pajak sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan negara. Selain itu, transaksi tanpa uang tunai juga masih memiliki banyak kelebihan lain dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya adalah:

  1. Praktis tanpa perlu memikirkan pecahan uang dan kembalian.
  2. Minim risiko kehilangan uang fisik dalam jumlah besar.
  3. Mudah dikonversi, misalnya dari saldo bank menjadi uang elektronik.
  4. Mudah mengendalikan keuangan karena setiap uang masuk dan keluar tercatat otomatis.
  5. Menghindari penggelapan uang karena selalu ada jejak digital yang bisa diakses dengan sewaktu-waktu.

Meskipun memiliki banyak kelebihan, beberapa orang masih memiliki kekhawatiran untuk menggunakan metode cashless karena alasan cyber crime. Namun, kejahatan siber ini sebenarnya bisa dihindari dengan cara memilih sistem transaksi Instapay yang sudah memiliki lisensi Bank Indonesia di bawah MC Payment. Pemilik bisnis bisa menyediakan pembayaran yang aman tanpa khawatir dengan kejahatan digital. Yuk Pakai Instapay Aja, Temen Insta!

Show CommentsClose Comments

Leave a comment